Postingan

Aku&kamu? Maya.

Berawal dari pertemuan yang singkat dan senyum manismu sore itu. Aku mengenalmu secara tidak sengaja karena chiki-chiki yang merusuh di swalayan saat aku tak sengaja menabrakmu yang sedang asik dengan smartphonemu, kamu membantuku meletakkan chiki-chiki yang berjatuhan dan mengeluarkan kalimat pertamamu "sorry sorry, eh iya sini gue bantu", suaramu yang cirikhas pada sore itu masih tersimpan di telingaku lalu menjalar ke otakku hingga sekarang. Semenjak saat itu, setiap pagi aku terbangun dan ketika aku ingin membuka mataku aku berharap kamuberada di sampingku dengan senyum manis yang kamu bawa pada sore waktu

Dongeng Kecil (part ending)

Nalar hanya akan membawa anda dari A menuju B, namun imajinasi mampu membawa anda dari A ke manapun. - Albert Einstein. Sebulan terakhir ini terasa berbeda, seorang sosok datang kembali secara tiba tiba, sosok yang bertahun-tahun tak pernah aku harap bahkan tak pernah terlintas di otakku. Sosok itu membawa aku kembali kepada masa kecilku, membuatku ingat dengan fiksi fiksiku dulu, membuatku merindukan fairytale lagi. lagi? One message from Ramon -Sya, lagi sibuk ga? gue lagi di cafe deket rumah lo nih, lo kesini gih gue traktir deh-  Tanpa sempat membalas Nasya pun berdiri di atas tempat tidurnya dan berputar putar seolah-olah putri yang sedang di sihir penampilannya oleh ibu peri. "J'ai commandé un!"

Dongeng Kecil (part2)

Tuhan, biarkan aku bahagia dengan anganku, dengan khayalan khayalan tinggi tentang makhluk ciptaanmu, dengan fantasiku tentang kebahagiaan tak berujung. Aku takut Tuhan, aku takut menangis, aku takut merasakan cinta, aku takut merasakan sakitnya dikhianati, aku takut merasakan perihnya ditinggalkan. Aku takut, Tuhan.. Tenangnya malam menemani lamunan sepi Nasya di atas bed karet kolam renang rumahnya, ipod dan novel fiksi tak pernah lepas dari genggaman Nasya, dengan begini tak akan pernah ada rasa sepi yang berani mendekapnya.  Menit demi menit pun menjadi jam dan waktu seakan lewat begitu saja. *getar ipod* "Mention? pasti si Nuril mau tanya soal kimia" -Sya folback ya, #ramon- "Bayu Ramon Reilfske? Ramon???"

Dongeng Kecil (part1)

 Ketika kamu menggenggam tanganku dan mengajakku bercanda-canda lalu kamu memelukku dari belakang dan berbisik "entah seberapa beruntungnya diriku memilikimu", aku berbalik badan memegang wajahmu berharap ada tulisan di wajahmu yang berkata kamu pembual besar, tetapi shit! aku tak menemukannya. Lalu aku memelukmu dengan erat merasakan nyatanya bisikanmu tadi. Hangat. "Ahh sial!" Nasya tersadar dari lamunan singkatnya entah mengapa akhir akhir ini bayang bayang pangeran dalam dongeng kecilnya datang kembali seolah olah menunjukan bahwa ia ingin menjadi nyata.

Gemuruh

Desiran suara hujan yang jatuh cinta dengan lembaran dedaunan saat ini menemaniku dalam hampa yang kurasa. Entah apa ini? Aku merasa sepi dalam derasnya hujan, aku merasa hening di tengah keramaian suasana taman, aku merasa kecil diantara kelompok kupu-kupu riang yang menari nari dalam sendiriku.. Aku masih terpaku pada satu fokus pandangan, mataku seolah olah enggan bermain bersama warna warni taman,

Maaf banyak permintaan

 Maaf banyak permintaan.. Ajari aku cara untuk mencintai tanpa harus aku lelah mencari cara bagaimana untuk mencintai Ajari aku cara untuk menghargai sosok yang menyayangiku agar aku tak menjadi penghianat setelahmu Ajari aku cara untuk berbohong agar yang kamu tahu aku sudah melupakanmu Ajari aku

Bait-bait sia-sia

Jemariku masih lincah bergelut dengan tombol tombol kecil. Gemetar handpone pun masih bermain ditanganku. Menulis, mengetik semua yang ingin ku ketik. Mengumbar jeritan yang tak kuasa menjerit . Masih untuk mengingatmu, mengingat semua memory di suatu masa. Realita yang kini menjadi fatamorgana . Aku tidak mengelak ketika semua